Rindu Untuk Putri Bagian Keempat

Putri kekasihku,
Keberadaanmu tak sanggup ku jangkau hanya dengan kata,
Meski ku telusuri semua bahasa dunia,
Melintas pencarianku di sepanjang alam semesta,
Pun memacu Kerja keras dengan tingkat yang berlipat-lipat,
Takkan juga bisa ku temukan,
Jika pekerja utamanya adalah bukan Tangan Tuhan.
Putri kekasihku,
Kekayaaanku yang tidak terhitung,
Baik dalam perhitungan bumi maupun langit,
Keduannya masih teramat sempit,
Kau adalah jalanku yang panjang dan juga tidak terukur,
Menjadi alasanku untuk tidak lantas mundur,
Kau datang menjelma siang,
Dan tidak tenggelam meski telah datang malam,
Aku mencintaimu,
Dengan cinta yang biasa dan amat sederhana,
Seperti pagi yang merekahkan bunga,
Dibalik jendela kamarmu yang sempat kau buka,
Saat ini aku mencintaimu dari jauh,
Mengabarkan rindu lewat puisi yang semoga tidak membuatmu jenuh,
Ketahuilah sayang,
Bahwa aku tanpamu hanya separuh,
Aku merindumu,
Dengan rindu yang bukan kali pertama di hari lalu,
Rindu yang kontan membuatku angkat kedua tangan,
Seolah menyerah,
Tak sanggup menjadikan ruang dan waktu kita melipat dalam satu rumah,
Aku bercucuran keringat dan gemetar hebat,
Serta kaget bahwa diagnosa rinduku ternyata sudah sampai satadium empat.

NPH

Comments